AC LG Hercules 670 Watt dan 320 Watt

* Hemat Listrik, Dinginnya Tiada Tara

Surabaya – Produsen elektronik asal Korea Selatan LG Electronics melalui anak usahanya PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) kembali merilis produk air conditioning (AC) Hercules terbarunya berukuran 1 PK dengan daya listrik 670 watt. Produk terbaru LG ini mengulang keberhasilan produk AC Hercules berukuran ½ PK dengan daya 320 watt yang diluncurkan setahun lalu.

img_2048Sebelum dipasarkan, AC LG Hercules daya listrik 670 watt telah melalui serangkaian pengujian daya listrik yang dipergunakan oleh Fakultas Tehnik Elektronik Universitas Indonesia. Dari hasil penelitian AC dengan daya listrik 670 watt hanya membutuhkan konsumsi daya listrik sebesar 3,67637 kWh dengan setingan suhu 18 derajat celcius selama 6 jam.

Dengan pembuktian hasil pengujian, Direktur Pusat Studi Teknologi & Informasi Ketenagalistrikan Universitas Indonesia, Iwa Garniwa menyerahkan sertifkat lulus uji hemat listrik baik untuk AC LG Hercules 320 watt maupun untuk kategori 670 watt.

Menurut Head Section Residential Air Conditioner LGEIN, Albert Fleming, seri Hercules tersedia dalam dua pilihan ukuran masing-masing ½ PK dan 1 PK. “Rangkaian Hercules menjadi lebih lengkap, tahun ini kembali diluncurkan low wattage technology dengan ukuran 1 PK berdaya listrik 670 watt. Dengan daya listrik terkecil di kelasnya, tanpa mengurangi kapasitas pendinginan sebesar 9000 British Thermal Unit (BTU),” ungkap Albert.

Seri Hercules dengan Energy Effiency Ratio (EER) 15,6 juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang tidak lupa mengedepankan fungsi unggulan dari sekedar pendingin udara biasa Neo Plasma Purifiying System yang mampu melumpuhkan Flu Burung, terdiri dari lima tahapan filterisasi.

Selain disediakan filter yang berlapis untuk menangkal virus flu burung, AC yang satu ini juga dilengkapi dengan Ion Generator yang menghasilkan 1,2 juta ion positif dan negative secara berkesinambungan untuk membantu memerangi bakteri, virus dan bau yang membandel di udara, sehingga udara yang bersih dan segar menjadi hasil akhirnya.

Ternyata bukan itu saja, untuk mengeringkan kelembaban evaporator di bagian indoor AC telah dilengkapi dengan fitur auto cleaning yang mampu memperlama waktu pencucian sehingga AC tidak mudah kotor dan berbau. Hal ini memungkinkan umur AC di rumah tahan lama dan tidak mudah rusak. “Kalau tidak ada teknologi auto cleaningnya maka AC mudah berjamur sehingga tidak awet,” jelasnya.

Sementara itu, GM Air Conditioner Marketing PT LG Electronics Indonesia, Siwan Ryu, mencontohkan, pihaknya merancang AC Hercules low wattage technology hanya khusus dipasarkan di Indonesia saja. Pertimbangannya, Indonesia merupakan negara yang ekonominya masih terus tumbuh. Bahkan pasar domestiknya sangat memungkinkan untuk menyerap produk yang dihasilkan vendor elektronik.

“Kita buat AC Hercules dengan watt paling rendah di dunia hanya untuk di Indonesia saja. Ini disesuaikan dengan infrastruktur listrik disini yang belum stabil atau masih naik turun. Sedangkan dari sisi harga, sangat terjangkau baik untuk 1/2 PK dengan 320 watt maupun 1 PK, dengan 670 watt,” ujarnya.

Dengan produk hemat energi dan ramah lingkungan, lanjut Ryu, pasar domestik mampu menyerap. Ini berdasarkan pengalaman produk AC hemat energi sebelumnya, per bulan bisa terjual 7000 hingga 8000 unit. Dengan AC Hercules, justru penjualan terdongkrak menjadi 10 ribu hingga 11 ribu unit per bulan.

Ditambahkan Ryu, mengatakan meski kondisi krisis, pasar AC hemat energi akan tetap tumbuh penjualannya dibandingkan tahun 2008. “Atau paling tidak tumbuhnya sekitar 10%-15%, sama dengan tahun 2008,” pungkas Ryu yang peluncuran di Surabaya belum lama ini didampingi Branch Manager LGEIN, Iwan Sutanto dan Product Marketing AC Hemat Energi, Andry Siswandi. (toro)

Keterangan foto:
GM Air Conditioner Marketing PT LG Electronics Indonesia, Siwan Ryu didampingi Branch Manager LGEIN, Iwan Sutanto, menunjukkan AC LG Hercules. (toro)