Waralaba Lokal Harus Profesional

Surabaya – Guna membantu mengurangi jumlah pengangguran yang terus meningkat, pemerintah akan terus mendorong perkembangan waralaba lokal, salah satunya dengan mendorong waralaba yang saat ini masih bersifat Business Oportunity (BO) menjadi waralaba murni.

“Sebetulnya pemerintah sudah mengatur masalah waralaba dalam Permendag No 31/2008. Namun memang dalam Permendag tersebut belum mengatur detil tentang BO. Ke depan, hal ini akan kita dorong agar BO menjadi waralaba murni,” demikian ungkap Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan, Departemen Perdagangan RI, Dede Hidayat, pada pembukaan National Road Show Franchise & Bussines Concept di Gramedia Expo, Jumat (1/5).

Sementara itu, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar menyatakan pertumbuhan yang pesat dari waralaba lokal yang saat ini berjumlah sekitar 700 buah harus diimbangi dengan profesionalitas. “Untuk itu saya mendorong agar pelaku waralaba meningkatkan profesionalitas dengan memiliki Lisensi CFE (Certificate Franchise Executive) dari Institute Certificate Franchise Executive,” ujarnya.

Beberapa waralaba lokal, lanjut Anang, saat ini sudah mampu menembus pasar internasional seperti auto bridal, es teler 77 dan restoran Sari Bundo yang sudah tembus di Malaysia. “Sedangkan waralaba lain seperti bakwan kota Cak Man juga sedang diincar investor untuk diwaralabakan di Malaysia. Jadi potensi waralaba lokal sangat besar,” tukasnya.

Meski begitu masih ada juga perusahaan waralaba lokal yang belum bergabung dengan AFI. “Diantara keuntungan bergabung dengan AFI karena bisa mendapatkan pembinaan serta bekerjasama dengan departemen terkait. Selain itu juga bisa mengikuti road show pameran baik di dalam negeri bahkan hingga ke luar negeri,” tambahnya. (toro)