Adakah yang Lebih Bagus dari Demokrasi?

Demokrasi nampaknya mulai mendapat ujian berat dari masyarakat. Semakin lama semakin “dicuekin” istilah anak muda sekarang. Yang menjadi pertanyaan, adakah sistem pengaturan negara yang lebih bagus dari Demokrasi? Adapun ciri-ciri utama Demokrasi ini adalah adanya pemisahan kekuasaan yang sangat jelas diantara 3 lembaga sebagai pilar-pilar negara, yakni lembaga eksekutif (pelaksana undang-undang), legislatif (pembuat undang-undang) serta yudikatif (pengawas undang-undang).

Namun pada kenyataannya dalam negara yang menggunakan sistem demokrasi maka pihak-pihak yang paling berkuasa adalah pemilik modal (pengusaha) serta pejabat-pejabat di 3 lembaga tersebut. Walhasil, rakyat kecil selalu menjadi korban kesewenang-wenangan mereka. Mungkin ada benarnya jika ada yang menilai, aaahhhh itu kan hanya dilakukan oleh oknum-oknum. Tetapi kenyataan menjadi bukti lagi jika sistem demokrasi masih memiliki kelemahan yang susah untuk dihindari, sebab tetap saja orang yang memegang kekuasaan dan modal menjadi pongah tanpa peduli rakyat kecil. Tidak heran sejak pemilihan yang lebih terbuka dilaksanakan di negeri ini, yakni periode 1999 hingga 2004 berlanjut hingga sekarang, lama-lama masyarakat semakin apatis (tidak mau peduli) terhadap proses pemilihan, baik itu legislatif maupun eksekutif.

“Percuma saja saya memilih wong tidak ada dampaknya kok. Mending saya cari duit saja daripada datang ke tempat pemungutan suara” demikian banyak kita dengarkan dari orang-orang. Bahkan, angka golongan putih (golput) sebagai sebutan bagi mereka yang tidak mau mencoblos waktu pemilihan umum, semakin lama semakin besar saja. Tidak menutup kemungkinan yang setuju pada pemilihan langsung dengan yang golput akan berimbang, atau bahkan ada kecenderungan golput lebih unggul. Lantas masihkah demokrasi menjadi pilihan untuk bangsa yang mulai berdiri sejak 17 Agustus 1945 itu? Jawabannya tergantung dari pemimpin-pemimpin bangsa yang mendapat dukungan masyarakat luas untuk memikirkan segala apa yang terbaik buat negara dan bangsa ke depan. Perubahan-perubahan bisa saja terjadi dengan tujuan yang mengarah kepada kebaikan dan kesejahteraan. Sistem apakah yang lebih bagus dari Demokrasi? Kita tunggu saja bersama-sama…. (a. subiyantoro)