Akhirnya Zivanna Letisha Siregar asal Jakarta keluar sebagai jawara menyandang predikat Puteri Indonesia 2008. Miss Universe, Dayana Mendoza pun memberikan selamat dalam ajang yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Jumat (15/8/2008) malam.
Seperti diketahui, Zivanna yang biasa disapa Zizi itu bersaing dengan Ayu Diandra Sari asal Kepulauan Bali dan Anggie Mahesti dari Yogyakarta. Saat memberikan jawaban terakhir mengenai pendapat finalis tentang pembukaan Undang-undang Dasar 1945, Zizi memberikan jawaban yang sama kuat dengan Ayu.
Lantas, apa yang bisa kita petik dari ajang tahunan yang mayoritas penduduk negeri ini tidak peduli. Terlebih ketika pemenang pemilihan putri Indonesia mewakili pada ajang internasional, yang timbul malahan pro kontra. Khususnya gaya pakaian yang tidak semestinya dilakukan penduduk negeri yang mayoritas muslim ini pada sesi-sesi tertentu di ajang pemilihan ratu sejagat tersebut.
Dalam Islam, seorang wanita wajib menutup seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan. Kenapa sampai begitu, itulah penghargaan yang sangat tinggi diberikan Allah SWT kepada kaum wanita. Di mata Allah, wanita itu sangat mulia sehingga harus dijaga kehormatannya dengan menutup aurat. Namun kenapa hal itu dikesampingkan hanya untuk hal-hal yang tidak berguna, seperti kontes-kontes itu. Kita memiliki budaya yang luhur, kebalikan budaya barat.
Keindahan tubuh dan kecantikan wanita bukanlah untuk pameran. Bukan untuk gagah-gagahan dan mencari pembenar mengharumkan nama bangsa. Sangat rendah sekali jika seorang putri Indonesia ikut-ikutan menyuguhkan sesuatu yang dilarang Islam. Sebaiknya ajang seperti ini ditiadakan, banyak kegiatan lain yang positif dan lebih bermanfaat yang bisa dilakukan kaum wanita. Siapa yang berani melarang? Tentu saja pemerintah Indonesia, marilah kita tunggu keputusan pemerintah yang jelas-jelas akan sangat memuliakan kaum hawa ini di negeri mayoritas muslim ini. (a. subiyantoro)