Selama lebih dari 12 tahun melayani pelanggan dengan mengusung konsep “The Miracle Touch”, Miracle Clinic Group menawarkan sebuah pengalaman yang tak terlupakan kepada pelanggannya. Kenyamanan, keramahan, keamanan dan privasi merupakan elemen penting untuk memberikan layanan dan hasil perawatan yang berkualitas tinggi. Selama itu pula Miracle Clinic Group menjadi klinik estetika terdepan di kelasnya dengan ribuan pelanggan setia. Misi untuk mewujudkan tercapainya kualitas kehidupan pada tahapan tertinggi memicu lahirnya keunggulan perawatan, penguasaan teknologi dan penemuan produk kecantikan bermutu tinggi yang telah teruji secara klinis.
Komitmen untuk selalu memberikan layanan dan perawatan berkualitas tinggi telah diwujudkan dengan selalu menghadirkan beragam perawatan terbaru dan perbaikan serta pembangunan klinik-klinik di bawah bendera Miracle Clinic Group. Renovasi bangunan klinik di HR Muhammad, perluasan klinik di Tunjungan Plasa, juga renovasi dan pembangunan gedung baru Graha Miracle di Jl Thamrin dan bangunan baru untuk klinik Melliderma merupakan bukti komitemen kuat Miracle Clinic Group untuk menjadi klinik estetika yang terdepan di bidangnya.
“Kami selalu menghadirkan inovasi-inovasi terbaru perawatan dengan teknologi terkini,” ujar President Director Miracle Clinic Group, dr. Lanny Juniarti. Beberapa jenis perawatan terbaru yang dihadirkan Miracle Clinic Group sebagai bukti kuat dari komitmennya adalah:
- Oxcy criystal facial, yang memperbaiki tekstur kulit, memperbaiki jaringan parut bekas jerawat, mengatasi problem pigmentasi, serta meremajakan kulit. Korundum kristal dikombinasikan dengan pemakaian Oxygen murni menyempurnakan hasil facial untuk lebih maksimal.
- Ultimate Medical Facial (UMF), perawatan berteknologi canggih yang mengkombinasikan peeling, lymphatic massage dan oxygen serum infusion. UMF menggunakan kristal dan diamond grid yang berfungsi mengelupas sel-sel kulit mati (peeling) dilanjutkan dengan lymphatic massage sebagai detoksifikasi dan melancarkan aliran darah, kemudian dilanjutkan lagi dengan oxygen serum infusion disesuaikan dengan masalah kulit yang dihadapi.
Graha Miracle yang merupakan kantor pusat dari Miracle Clnic Grup yang sekarang telah berkembang di tujuh kota besar di Indonesia, merupakan ikon dari Miracle Clinic Grup dan saat ini telah memasukai tahap akhir dari proses renovasinya. Desain modern minimalis yang mengikuti tren interior terkini dipilih untuk memberikan nuansa bersih dan nyaman. Furnitur bergaya minimalis menyiratkan kesan higienis, dipadukan dengan atmosfer spa yang terasa kental dengan pemilihan dekorasi dan ornamen pendukung mulai dari alunan musik, wangi aroma terapi, hingga penerangan membuat Graha Miracle menjadi rumah kedua bagi para pelanggan setianya. “Miracle Clinic Group akan selalu mempersembahkan sebuah pengalaman menyenangkan tak terlupakan dalam hidup anda,” ungkap Corporate Director of Sales and Marketing Miracle Clinic Group, Hengki Setiawan, kemarin.
Pilih Strategi Waralaba
Menyikapi krisis ekonomi global yang diperkirakan terus berlanjut hingga 2009, pengelola jasa kesehatan dan kecantikan lebih memilih strategi waralaba untuk ekspansi bisnis. Melalui waralaba, keuntungan lebih cepat diperoleh dan bisnis cepat berkembang. Demikian disampaikan Franchise Development Manager Miracle, Tjen Jenny.
Lebih jauh Jenny menjelaskan, dalam kurun 2-3 tahun, strategi waralaba banyak diminati mitra bisnis. Bahkan pihaknya sudah lama mengembangkan waralaba sejak 2002 di Kuta, Bali dan Batam. “Hasilnya, cukup bagus. Mitra bisnis bisa berkembang dalam kisaran 2-3 tahun. Ini bisa terlihat dari penambahan ruang bisnis yang semula 2 ruko menjadi 3 ruko. Sedangkan investasi yang dikeluarkan bagi mitra bisnis di kisaran Rp 3 milyar di luar gedung,”ujarnya.
Sementara itu, Direktur Sales & Marketing Miracle, Hengki Setiawan, mengatakan sampai akhir 2008, waralaba dikembangkan ke Medan dan Jakarta. Sedangkan di 2009, lebih fokus pada pengembangan SDM.
Sedangkan imbas krisis global terhadap pembelian produk kesehatan impor, kata Hengki, sampai saat ini belum ada pengaruh krisis ekonomi global terhadap layanan jasa kesehatan dan kecantikan. Meski hampir 70% produk kesehatan dan kecantikan diimpor dari Amerika Serikat, belum terlihat keterlambatan pengiriman dari pihak distributor.
Ditambahkan Hengki, produk perawatan selain diimpor dari Amerika Serikat juga dari Kanada dan Korea. ”Krisis ini memang membuat nilai dolar naik, tapi belum ada perubahan harga dari distributor. Dan sebenarnya, krisis ekonomi global ini tidak mempengaruhi customer kita yang notabene kalangan menengah atas,” ujarnya. (toro)
Keterangan foto:
- Corporate Director of Sales and Marketing Miracle Clinic Group, Hengki Setiawan bersama Manager Franchise Miracle Clinic Group, Tjen Jenny. (toro)
- Suasana nyaman di loby Graha Miracle di Jl Thamrin. (toro)
